Jumat, 06 Januari 2017

5 Lagu Bugis Tersedih



1.      ABOTTINGEMMU AMATEAKKU

“rekko jaji memekki ri patudang botting andri ulebbirangi upalao nyawakku, saba de ga gunaku monro rilaleng linoe, engkasi tau u poji naalasi tau laingnge”
(andaikan kamu menikah aku rela kehilangan nyawa karena tidak ada gunanya hidup di dunia, orang yang aku suka selalu diambil orang).

Lagu ini bercerita tentang seorang laki-laki yang putus asa karena ditinggal menikah oleh kekasihnya, karenanya laki-laki tersebut berniat bunuh diri dihari pernikahan kekasihnya.

2.      MATE RI ASE LAMMING

“iyya ri patudang botting siri’mi usampo saba’ to pajajiakku na tongkoni kasi inreng.
(saya dinikahkan hanya unttuk menutup malu karena kedua orang tuaku terlilit utang)

Sebenarnya lagu ini merupakan jawaban lagu pertama di atas. Mengisahkan tentang wanita yang rela mati di hari pernikahannya karena merasa telah mengecewakan kekasihnya dengan menikah dengan lelaki lain. Pernikahan tersebut dilakukan semata-mata hanya untuk menebus utang kedua orang tuanya.

3.      SOMPA TEA GENNE

“wasselena kasi galukku de nagenne di ala sompa, ase ma salah madoko tenri pupuk”
(hasil dari sawahku tidak cukup untuk mahar, padi yang gagal dan berpenyakit karena kurang pupuk)

Bercerita tentang seorang laki-laki yang terlanjur berjanji kepada kekasihnya untuk menikahinya bulan berikutnya, akan tetapi uang yang akan dimaharkan tidak cukup karena sawah yang hasilnya direncanakan digunakan sebagai uang mahar mengalami gagal panen

4.      BOTTIMMU PATERRIKA

“puraki daeng mattanro de’umaelo botting roa ko tania idi balikku. Sitaung purata majjanci engkani kareba bottimmu elo’ dipabotting nroa”
(kita sudah saling berjanji untuk tidak menikah jika bukan kita bedua. Setahun berlalu janji kita, datang kabarmu akan menikah)

Mengisahkan tentang dua sejoli yang berjanji untuk menikah di masa depan. Akan tetapi salah satu diantara mereka menginkari janji tersebut. Dilagu tersebut si wanita cinta mati kepada si laki-laki sehingga jika memungkinkan tubuh laki-lakinya di bagi dua wanita tersebut siap menikahi satu diantaranya sebagai bukti cintanya.

5.      SIDDI JUTA TELLU RATU

“mecekke’ cekke nyawakku nabelleang sanreseng, tau ripojikku pura ri jaru-jaru”
(tersedu-sedu nafasku dibohongi kenyataan, orang yang aku suka ternyata sudah dijamah orang lain)

Salah satu lagu favorit saya. Bercerita tentang seorang laki-laki yang menikahi seorang gadis. Lelaki itu menikahi gadis tersebut dengan biaya satu juta tiga ratus ribu dari hasil kerja kerasnya. Tapi malang nasibnya, gadis tersebut sudah tidak perawan. Lelaki tersebut tertipu dengan gadis yang kelihatan sabar pendiam akan tetapi sudah dijamah oleh orang lain.

Kapan Wisuda ?



Menjadi mahasiswa perantau dan semeter terakhir yang tidak kunjung selesai itu sangat memuakkan. Setidaknya itulah yang saya rasakan di awal tahun 2017 ini ketika pulang kampung. Pertanyaan “kapan wisuda?” Silih berganti singgah ditelinga saya. Sebagai korban saya hanya bisa pasrah. 
Banyak jawaban yang kadang keluar dari mulut saya apabila pertanyaan tersebut terlontar. Jurusan sering jadikan kambing hitam. Jurusan yang susah dibuat skripsinya dan administrasi kampus yang ribet adalah alasan utamanya. Dosen pembimbing juga saya jadikan sebagai alasan telat wisuda. Dosen yang sangat teliti dan susah ditemui menjadi penyebab utamanya. Alasan lain dan alasan ini sering saya dengar dari senior terdahulu yaitu “buat apa cepat wisuda, ujung-ujungnya jadi pengangguran juga”. Menurut saya ini alasan paling bodoh dan hanya bagi orang-orang yang pesimis dan putus asa. Tapi apa boleh buat, alasan ini saya lontarakan juga, khususnya menjawab pertanyaan mereka yang hidup dalam keputusasaan. Pertanyaan pertama dan kedua biasa saya tujukan kepada orang tua, keluarga dan teman-teman yang masih optimis dan tidak putus asa dalam menjalani hidup.

Zona Bahaya



Ada banyak alasan kenapa seorang mahasiswa belum wisuda padahal sudah kuliah bertahun-tahun lamanya. Ada yang memang masih betah dengan suasana kampus dan belum mau beranjak, ada yang masih punya urusan di sekitar kampus misalnya mata kuliah menunggak, urusan organisasi, gebetan belum takluk dll. Diantara alasan-alasan tersebut, tidak ada yang sesuai dengan saya. Kenapa saya belum wisuda ? Saya juga bingung apa alasannya.

Tapi anda saya bisa berandai-andai, mungkin yang menjadi saya belum wisuda sampai sekarang adalah karena terjebak zona nyaman.  Main facebook setiap hari, nonton youtube semalaman, nonton film blue sampai tertidur adalah rutinitas yang paling manyenangkan saya akhir-akhir ini. Bahkan ketika saya menulis postingan ini dikarenakan kuota internetan saya habis dan belum ada list film yang sudah saya download untuk dinonton.

Bersamaan dengan postingan ini juga,untuk pertama kali saya berniat move on dari rutinitas menjijikkan tersebut. Saya sangat sadar kebiasaan tersebut kecil manfaatnya. Bisa jadi masa depan saya akan suram jika kebiasaan tersebut berlarut-larut. Tuhan, bantu saya!